Komisi Pemilihan Umum Kab. Banyuwangi

SADARKAN PEMILIH TENTANG TERWUJUDNYA DEMOKRASI SUBSTANSIAL, PARPOL DIHARAPKAN HADIR DAN TIDAK SEKEDAR MENGUMPULKAN KTP

Banyuwangi, www.kpud-banyuwangikab.go.idPelaksanaan Demokrasi Langsung melalui Pemilihan Serentak Tahun 2018 maupun Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019 seyogyanya tidak hanya meraih prestasi procedural tahapan akan tetapi juga harus mewujudkan prestasi substansial yang sangat memberi makna tersendiri. Demikian pernyataan tersebut disampaikan oleh Sugihartoyo (Praktisi Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi), dalam acara Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion) Tahapan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019, yang digelar di eL-Royale Hotel & Resort, Kamis (7/12).

“Oleh karenanya semua pihak baik itu Penyelenggara Pemilu, Partai Politik maupun Organisasi Pemuda dan Kemasyarakatan (OKP) diharapkan ikut berpartisipasi dalam rangka meraih kedua prestasi dimaksud” kata Sugihartoyo.

Sugihartoyo memaparkan Partisipasi Pemilih pada Pemilu/Pemilihan merupakan aktifitas warga Negara yang bertujuan mempengaruhi pengambilan keputusan politik. Pada bentuk Partisipasi Konvensional wujud partisipasi tersebut antara lain mengikuti pemilu/kegiatan sosialisasi, kampanye. Bentuk non Konvensional partisipasi berwujud gerakan-gerakan baru lewat komunitas-komunitas dalam gerakan-gerakan antara lain (Outbond, Deklarasi pemilih pemula). Sedangkan dalam konteks kekinian (Kontemporer) partisipasi Pemilih diwujudkan dalam bentuk politik untuk ikut serta pada Pemilu/Pemilihan yakni dengan memberikan suara pada Pemilihan/Pemilu Langsung.

Read more...

SYAMSUL ARIFIN : PENYELENGGARA PEMILU HARUS BIJAK GUNAKAN SOSMED

Banyuwangi, www.kpud-banyuwangikab.go.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyuwangi (KPU Banyuwangi), Syamsul Arifin mengatakan, jajaran Penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) maupun kepanitiaan ad hoc di tingkat kecamatan, desa/kelurahan, dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) haruslah bijaksana dalam menggunakan aplikasi kekinian yaitu Sosial Media atau “Sosmed”. Demikian dikatakan Syamsul Arifin, dalam sambutannya pada acara Pelantikan Susulan Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 (Pilgub Jatim 2018), Kamis (7/12).

Syamsul menuturkan, Penyelenggara Pemiluh haruslah menghindari gambar (meme) ataupun content media yang menimbulkan diskriminasi, isu Suku Agama Ras dan Aliran (SARA) ataupun dalam bentuk lainnya yang tidak produktif.

“Selain tidak produktif gambar, content media yang menimbulkan diskriminasi atau isu SARA bertentangan dengan Kode Etik Penyelenggara Pemilu ataupun peraturan perundang-undangan di bidang ITE” tandas Syamsul.

Syamsul menambahkan, penggunaan “Medsos” yang baik bagi Penyelenggara Pemilu adalah bertujuan untuk mempercepat arus informasi kepemiluan antar penyelenggara, panitia atau petugas, mempermudah koordinasi, mempercepat cara kerja secara efektif dan efisien dan yang tak kalah penting adalah memberikan sosialisasi kepada para Pemilih tentang tanggal Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilgub Jatim 2018 yaitu 27 Juni 2018 ataupun informasi tahapan Pilgub kepada masyarakat. (Hupmas KPU Banyuwangi)

KPU BANYUWANGI GELAR PELANTIKAN SUSULAN PPK DAN PPS

Banyuwangi, www.kpud-banyuwangikab.go.id – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyuwangi (KPU) Banyuwangi, Kamis (7/12), bertempat di aula Kantor KPU Banyuwangi, menggelar pelantikan susulan terhadap Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 (Pilgub Jatim 2018).

Bertindak selaku Komisioner yang memandu pengucapan sumpah/janji atas 34 (tiga puluh) empat anggota PPK dan anggota PPS yang dilantik menyusul tersebut adalah Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin, dan turut menghadiri yaitu Komisioner KPU Banyuwangi Suherman (Penanggungjawab Divisi Teknis Penyelenggaraan) dan Edi Saiful Anwar (Penanggungjawab Divisi Hukum), dan Pantia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Banyuwangi.

Syamsul Arifin mengatakan, usai pelantikan agar anggota PPK dan PPS segera berkoordinasi dengan pemangku wilayah/kepentingan (Stakeholder) di tingkat Kecamatan atau Desa/Kelurahan agar pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 berjalan lancar dan mendapat dukungan dari semua pihak.

“Saya mengucapkan selamat dan setelah ini saya mengharap agar anggota PPK dan PPS yang telah dilantik dapat segera bekerja dan berkoordinasi secara baik kepada pemangku wilayah/kepentingan” kata Syamsul Arifin.

Pelantikan susulan tersebut dilakukan lantaran beberapa sebab menimpa puluhan anggota PPK dan PPS sehingga tidak bisa mengikuti acara pelantikan sebelumnya. Beberapa sebab tersebut diantaranya adalah mengikuti ibadah Umroh, keluarga meninggal dunia, datang terlambat, dan sakit yang harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Syamsul mengharapkan, agar anggota PPK dan anggota PPS yang memiliki sebab terlambat sehingga tidak dapat mengikuti jadwal pelantikan sebelumnya tersebut segera memperbaiki/introspeksi diri dengan pertimbangan bahwa tahapan Pilgub Jatim 2018 telah berjalan sehingga memerlukan komitmen dan integritas yang kuat agar setiap jajaran kepanitiaan pelaksana di tingkat kecamatan, kelurahan/desa, ataupun Tempat Pemungutan Suara (TPS) dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya (hak politik). (Hupmas KPU Banyuwangi)

Page 4 of 102

Jejak Pendapat

Menurut anda, bagaimanakah cara pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) yang baik/tepat?




Results

Temukan Kami

Facebook
twiter
Google+

Kontak Support

Bag. Teknis:
Bag. Hukum:
Bag. Program:
Bag. Umum:
You are here: Home