Komisi Pemilihan Umum Kab. Banyuwangi

JADI PEMILIH RASIONAL DI ERA MILLENNIAL

Banyuwangi, kpud-banyuwangikab.go.id – Pesatnya arus teknologi informasi dengan beragam metode atau cara seharusnya mampu membuat Pemilih menjadi rasional dalam menggunakan hak pilihnya di Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019. Demikian dikatakan oleh Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi, Dr. Andang Subaharianto, M.Hum pada sambutannya dalam acara Sosialisasi Pemilihan Umum Tahun 2019 Pemilih Pemula, yang dilaksanakan di Auditorium UNTAG, Jumat (1/3).

Andang Subaharianto mengatakan di era millennial yang kaya akan sumber informasi dari beragam media utamanya melalui internet, pemilih dapat mengetahui segala program kerja, visi, misi dari peserta Pemilu, untuk selanjutnya bisa menjadi referensi Pemilih sehingga saat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 menggunakan rasionalitasnya berdasarkan referensi yang dibaca, dilihat ataupun didengar.

“Minimal kita mengetahui dari Google, agar kita menjadi rasional” kata Andang Subaharianto.

Andang Subaharianto menjelaskan, untuk mewujudkan itu semua masing-masing institusi/lembaga harus bekerja keras agar masyarakat  menjadi simpatik dan sadar berdemokrasi sehingga Pemilu menjadi bermakna sebagaimana asas kedaulatan rakyat yang dianut oleh Negara Indonesia. Ia mencontohkan, KPU sebagai penyelenggara harus memastikan bahwa Pemilih menjadi sadar akan partisipasinya dalam menggunakan hak memilih, sedangkan untuk Partai Politik menjadi institusi ujung tombak agar masyarakat menjadi sadar berpolitik, sebab menurut Andang politik bukanlah sesuatu yang negatif dan kotor citranya jika kehidupan berpolitik di negara Indonesia benar-benar diwujudkan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Banyuwangi (Polres) yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bagian Operasi Polres Banyuwangi, Komisaris Polisi (Kompol) Sumartono, SH menyatakan pemilih tidak perlu khawatir dan ragu untuk menggunakan hak pilihnya, sebab dengan kekuatan personil Polri yang dikerahkan telah dirancang agar penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Banyuwangi berjalan aman, lancar dan kondusif.

Senada dengan hal itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi, Adrianus Yansen Pale mengatakan, pemilih pemula dapat berperan aktif dalam hal pengawasan Pemilu yang partisipatif dengan menyampaikan dugaan pelanggaran melalui perangkat elektronik yang tersedia. Menurutnya semangat UU Penyelenggaraan Pemilu mampu menjamin peran aktif seluruh masyarakat tanpa harus takut intimidasi, memberikan rasa aman dan rahasia dalam hal pengawasan.

Pada sosialisasi Pemilu Tahun 2019, KPU Kabupaten Banyuwangi yang disampaikan oleh Komisioner KPU Kabupaten Banyuwangi (Penanggungjawab Divisi SDM, Parmas dan Sosdik), Jamaludin menjelaskan tentang specimen surat suara Pemilu Tahun 2019. Jamaludin menerangkan dari sebanyak 5 (lima) surat suara yang akan diterima Pemilih saat pemungutan suara 17 April 2019 nanti, pemilih dapat mengenalinya dari kode warna yang tersedia yaitu Abu-Abu untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Kuning untuk Pemilu DPR RI, Merah untuk Pemilu DPD RI, Biru untuk Pemilu DPRD Provinsi, dan Hijau untuk Pemilu DPRD Kabupaten/Kota.

Kegiatan Sosialisasi Pemilu Tahun 2019 tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa lengkap mengenakan jas almamater universitas. Sebelum paparan disampaikan didahului dengan menyanyikan mars Pemilu dan mars UNTAG. Para peserta (Pemilih Pemula) juga disuguhkan dengan beragam video sosialisasi yang menarik agar Pemilih pemula menjadi paham dan mudah untuk menyerap informasi kepemiluan dengan metode audio visual. (PNJ/Hupmas KPU Banyuwangi)

KPU BANYUWANGI SOSIALISASIKAN SURAT SUARA PEMILU 2019

Banyuwangi, kpud-banyuwangikab.go.id – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyuwangi (KPU Banyuwangi) melakukan sosialisasi/pendidikan pemilih berupa Specimen Surat Suara Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019. Sosialisasi dilakukan oleh Komisioner KPU Banyuwangi (Penanggungjawab Divisi SDM, Parmas, dan Sosdik), Jamaludin, beserta Jajaran Subbag Teknis dan Hupmas Sekretariat KPU Banyuwangi (Andi Tri Prawono selaku Kasubbag Teknis dan Hupmas, Binawan Panji Asmara, Sapi’i, serta Handy Sujatmoko).

Sosialisasi Specimen Surat Suara Pemilu 2019 itu dilakukan bersamaan dengan kegiatan monitoring dan supervisi kegiatan pendidikan Pemilih Relawan Demokrasi (Relasi) Basis Keluarga di Balai Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kamis (28/2).

Jamaludin mengatakan, peserta sosialisasi basis keluarga agar ikut berpartisipasi aktif untuk mensosialisasikan ciri kode warna dari setiap suarat suara Pemilu Tahun 2019, yakni ciri kode warna Abu-Abu untuk Surat Suara Presiden dan Wakil Presiden, kode warna Kuning untuk Surat Suara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), kode warna merah untuk Surat Suara Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), kode warna biru untuk Surat Suara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD Provinsi, dan kode warna Hijau untuk Surat Suara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota (DPRD Kabupaten/Kota).

“Pengenalan surat suara melalui specimen ini agar saudara, bapak, ibu dapat mengenalkan kepada tetangga, keluarga, kerabat yang pada Pemilu 2019 telah memiliki hak memilih”, kata Jamaludin.

Selain melakukan sosialisasi Spesimen Surat Suara, Jamaludin juga menyampaikan mengenai hari dan tanggal Pemungutan Suara Pemilu Tahun 2019 yaitu hari Rabu tanggal 17 April 2019, dan mengajak kepada peserta yang memenuhi syarat sebagai badan penyelenggara ad hoc untuk ikut mensukseskan pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 dengan mendaftar sebagai calon Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). (PNJ/Hupmas KPU Banyuwangi)

Divisi SDM & Parmas Menyelenggarakan Bimtek Rekrutmen Pembentukan KPPS

 

Banyuwangi, (27/2) bertempat di aula kantor KPU Kabupaten Banyuwangi. Bapak Jamalludin penanggungjawab divisi SDM & Parmas melaksanakan Bimtek Pembentukan KPPS Pemilihan Umum Tahun 2019. Bimtek yang bertujuan untuk memberikan bimbingan perekrutan KPPS kepada PPK Se-Kabupaten Banyuwangi dan anggota PPK Divisi SDM & Parmas ini turut dihadiri oleh Bapak Edi Syaiful Anwar. Beliau adalah anggota KPU Banyuwangi divisi hukum & pengawasan.

Bapak Edi mengatakan, “pemilu tahun 2019 semakin dekat, PPK harus aktif dalam menjalani tugas.”

Adapun kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Jamalludin, beliau menjelaskan hal-hal pokok tahapan pembetukan KPPS diantaranya, regulasi & jadwal waktu, mekanisme rekruitmen, fasilitasi anggaran, persyaratan, penetapan, pengucapan sumpah janji, hingga bimtek dan masa kerja.

Bapak Jamalludin menyatakan, Berdasarkan pasal 57 Huruf B UU Nomor 7 tahun 2017, PPS berwenang membentuk KPPS. Selain itu, regulasi dan jadwal waktu pembentukan KPPS harus disinkronkan dengan data dan informasi.

Beliau berharap PPK dapat memahami prosedur pembentukan KPPS dan dapat mentransfer pengetahuanya kepada PPS. Selanjutnya PPS dapat membagikan pengetahuan yang didapat kepada KPPS.

Selanjutnya, tahapan rekrutmen KPPS dimulai pada tanggal 28 Februari 2019 s/d 27 Maret 2019. Rekrutmen tersebut dilaksanakan secara terbuka dan diumumkan di kantor desa. Bapak Jamalludin dan PPK sepakat, pelantikan KPPS paling lambat diselenggarakan pada tanggal 10 April 2019. Adapun tahapan detail rekrutmen KPPS diantaranya; seleksi terbuka, penerimaan pendaftaran, penelitian administrasi, serta wawancara. Beliau menegaskan, “pastikan KPPS tidak mengundurkan diri pada hari H pelaksanaan pemilu dan dapat mengerjakan tugas dengan tuntas.” Jadi calon KPPS harus menyertakan surat pernyataan kemampuan. (Novita.K.W Staff KPU Kabupaten Banyuwangi)

Page 3 of 164

Jejak Pendapat

Menurut anda, bagaimanakah cara pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) yang baik/tepat?




Results

Temukan Kami

Facebook
twiter
Google+

Kontak Support

Bag. Teknis:
Bag. Hukum:
Bag. Program:
Bag. Umum:
You are here: Home