Komisi Pemilihan Umum Kab. Banyuwangi

Pemilu Untuk Menentukan Nasib Indonesia, Talk Show Ketua KPU Kabupaten Banyuwangi

 

Banyuwangi, (12/2) talk show di MC FM dibawakan oleh Ketua KPU Kabupaten Banyuwangi, Syamsul Arifin. Pada talk show tersebut, Bapak Syamsul Arifin membahas tentang pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilihan Umum Tahun 2019.

Beliau menekankan, pelaksanaan pemungutan suara merupakan hal penting yang harus diselenggarakan untuk memilih pemimpin yang terbaik. “Jadi masyarakat tidak boleh apatis”, ujar beliau. Karena bagaimanapun, satu suara itu sangat besar artinya. Satu suara dari masyarakat menentukan masa depan Indonesia. Jadi tidak boleh golput.

Masyarakat Indonesia juga tidak boleh anti politik, tetapi harus sadar politik. Karena nasib  negara Indonesia ditentukan oleh pemimpin yang akan dipilih pada Pemilihan Umum Tahun 2019, tepatnya pada hari Rabu, tanggal 17 April 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) maing-masing.

Beliau menyatakan, pada kesempatan inilah masyarakat Indonesia dapat menyalurkan aspirasinya secara langsung, umum, bebas, dan rahasia. Jadi mari berpartisipasi dan tentukan pemimpin yang terbaik, tutur beliau. (Novita.K.W Staff KPU Kabupaten Banyuwangi)

KPU Banyuwangi Tangkal Hoax

 

 

Banyuwangi (12/2), acara Talk Show di Mandala FM Banyuwangi yang dibawakan oleh Ibu Dwi Anggraini, sebagai penanggungjawab divisi Data & Informasi, dan dipandu oleh Bapak Edwin sebagai penyiar di Radio Mandala FM Banyuwangi juga membahas mengenai Hoax/berita bohong.

Karena sebelum Pemilihan Umum Tahun 2019 dilaksanakan, banyak informasi/berita hoax yang beredar di media masa maupun elektronik yang dapat menimbulkan keresahan dan selisih paham masyarakat. Oleh karena itu, KPU Kabupaten Banyuwangi menangkal hoax/berita bohong dengan cara memfilter terlebih dahulu informasi/berita yang telah didapat.

Ibu Dwi menyatakan, informasi resmi dari KPU Kabupaten Banyuwangi hanya terdapat di web kpu banyuwangi yaitu, www.kpud-banyuwangikab.go.id atau di akun instagram KPU Banyuwangi yaitu, kpubanyuwangi.

Kemudian Beliau menambahkan, “merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat jika sudah mencoblos pemimpin yang diinginkannya.” (Novita.K.W Staff KPU Kabupaten Banyuwangi)

Ibu Dwi Anggraini Mengusung Tema Tata Cara Pindah Pilih Untuk Talk Show di Mandala FM

 

Banyuwangi, (12/2) di Radio Mandala FM Banyuwangi Ibu Dwi Anggraini mengadakan live talk show yang bertajuk “Tata Cara Pindah Pilih”. Dengan dipandu oleh Bapak Edwin, talk show yang berdurasi selama 1 (satu) jam ini bertujuan untuk mensosialisasikan Layanan Pindah Memilih yang dilaporkan selambat-lambatnya pada tanggal 17 Februari 2019 di KPU Kabupaten Banyuwangi/Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)/Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Layanan pindah pilih adalah dimana masyarakat/seseorang tidak bisa memilih di kota/wilayahnya sendiri dikarenakan beberapa kondisi. Misalnya, kuliah, kerja, dan seseorang yang sedang menjalani masa tahanan. Ketiga macam pemilih tersebut nantinya akan dimasukkan ke Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTB). Masyarakat yang sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa datang di kantor KPU Banyuwangi, di PPK/PPS setempat dengan menunjukkan KTP elektronik/Surat Keterangan Pencatatan Sipil (Suket) dan NIK Kartu Keluarga  selambat-lambatnya pada tanggal 17 Februari 2019. Karena hal ini terkait dengan tambahan persediaan surat suara yang hanya 2 %. Ibu Dwi mengatakan, Pelaporan sampai dengan tanggal 17 Februari tersebut guna mengantisipasi membludaknya masyarakat yang akan pindah pilih sebelum hari H pelaksanaan pemilu. Adapun layanan pindah pilih dilayani oleh KPU Kabupaten Banyuwangi/PPK/PPS sampai dengan H-3 (tiga) sebelum pemilu dilaksanakan. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat bisa melindungi hak pilih.

Penanggung jawab divisi data & informasi, Ibu Dwi Anggraini menyatakan, masyarakat yang sedang mengalami bencana alam bisa ikut layanan pindah pemilih. Masyarakat tersebut nantinya akan didata untuk pindah memilih di kecamatan. Asalkan pelaporan dilaksanakan sebelum H-3 (tiga) pelaksanaan pemilu, “pasti dilayani”, ujar beliau.

Beliau juga menyatakan, masyarakat yang secara mendadak keluar kota. Akan kehilangan hak untuk mencoblos. Oleh karena itu, jika ingin ikut layanan pindah pemilih harus direncakanan sebelumya. Selain itu, masyarakat yang pindah ke provinsi lain, maka hanya bisa Presiden dan Wakil Presiden. Jika pindah ke luar negeri, maka hanya bisa memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Adapun DPTB yang sudah masuk di KPU Kabupaten Banyuwangi, akan direkap oleh PPS. Kemudian direkap oleh KPU RI, untuk kemudian dikembalikan lagi kepada PPS.

Bu Dwi Anggraini menambahkan, Daftar Pemilih Khusus (DPK) adalah pemilih pemula yang belum memiliki KTP elektronik dan pada saat mencoblos sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun, serta masyarakat yang mempunyai KTP elektronik baru dan belum terdaftar di DPT.

Pada akhir talk show, Ibu Dwi menghimbau, seluruh warga negara diberi kesempatan untuk mengeluarkan aspirasinya dan menentukan pemimpin yang terbaik menurut versi masing-masing pada Pemilu Tahun 2019. Karena satu suara dapat memberikan satu perubahan. Jadi jangan sampai golput. (Novita.K.W Staff KPU Kabupaten Banyuwangi)

Page 7 of 164

Jejak Pendapat

Menurut anda, bagaimanakah cara pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) yang baik/tepat?




Results

Temukan Kami

Facebook
twiter
Google+

Kontak Support

Bag. Teknis:
Bag. Hukum:
Bag. Program:
Bag. Umum:
You are here: Home