Komisi Pemilihan Umum Kab. Banyuwangi

Ibu Dwi Anggraini Mengusung Tema Tata Cara Pindah Pilih Untuk Talk Show di Mandala FM

 

Banyuwangi, (12/2) di Radio Mandala FM Banyuwangi Ibu Dwi Anggraini mengadakan live talk show yang bertajuk “Tata Cara Pindah Pilih”. Dengan dipandu oleh Bapak Edwin, talk show yang berdurasi selama 1 (satu) jam ini bertujuan untuk mensosialisasikan Layanan Pindah Memilih yang dilaporkan selambat-lambatnya pada tanggal 17 Februari 2019 di KPU Kabupaten Banyuwangi/Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)/Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Layanan pindah pilih adalah dimana masyarakat/seseorang tidak bisa memilih di kota/wilayahnya sendiri dikarenakan beberapa kondisi. Misalnya, kuliah, kerja, dan seseorang yang sedang menjalani masa tahanan. Ketiga macam pemilih tersebut nantinya akan dimasukkan ke Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTB). Masyarakat yang sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa datang di kantor KPU Banyuwangi, di PPK/PPS setempat dengan menunjukkan KTP elektronik/Surat Keterangan Pencatatan Sipil (Suket) dan NIK Kartu Keluarga  selambat-lambatnya pada tanggal 17 Februari 2019. Karena hal ini terkait dengan tambahan persediaan surat suara yang hanya 2 %. Ibu Dwi mengatakan, Pelaporan sampai dengan tanggal 17 Februari tersebut guna mengantisipasi membludaknya masyarakat yang akan pindah pilih sebelum hari H pelaksanaan pemilu. Adapun layanan pindah pilih dilayani oleh KPU Kabupaten Banyuwangi/PPK/PPS sampai dengan H-3 (tiga) sebelum pemilu dilaksanakan. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat bisa melindungi hak pilih.

Penanggung jawab divisi data & informasi, Ibu Dwi Anggraini menyatakan, masyarakat yang sedang mengalami bencana alam bisa ikut layanan pindah pemilih. Masyarakat tersebut nantinya akan didata untuk pindah memilih di kecamatan. Asalkan pelaporan dilaksanakan sebelum H-3 (tiga) pelaksanaan pemilu, “pasti dilayani”, ujar beliau.

Beliau juga menyatakan, masyarakat yang secara mendadak keluar kota. Akan kehilangan hak untuk mencoblos. Oleh karena itu, jika ingin ikut layanan pindah pemilih harus direncakanan sebelumya. Selain itu, masyarakat yang pindah ke provinsi lain, maka hanya bisa Presiden dan Wakil Presiden. Jika pindah ke luar negeri, maka hanya bisa memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Adapun DPTB yang sudah masuk di KPU Kabupaten Banyuwangi, akan direkap oleh PPS. Kemudian direkap oleh KPU RI, untuk kemudian dikembalikan lagi kepada PPS.

Bu Dwi Anggraini menambahkan, Daftar Pemilih Khusus (DPK) adalah pemilih pemula yang belum memiliki KTP elektronik dan pada saat mencoblos sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun, serta masyarakat yang mempunyai KTP elektronik baru dan belum terdaftar di DPT.

Pada akhir talk show, Ibu Dwi menghimbau, seluruh warga negara diberi kesempatan untuk mengeluarkan aspirasinya dan menentukan pemimpin yang terbaik menurut versi masing-masing pada Pemilu Tahun 2019. Karena satu suara dapat memberikan satu perubahan. Jadi jangan sampai golput. (Novita.K.W Staff KPU Kabupaten Banyuwangi)

LAYANAN PINDAH MEMILIH

Banyuwangi, kpud-banyuwangikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melayani hak pilih bagi para pemilih yang berada di perantauan dan di luar domisili KTP el, seperti yang sedang belajar/nyantri/kuliah, bekerja, dirawat, narapidana/tahanan, dan tertimpa bencana alam.

Layanan pindah memilih tersebut dengan Formulir A5 yang bisa didapatkan di KPU Kabupaten/Kota asal atau terdekat, paling lambat 17 Februari 2019 agar terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di daerah pindahan atau keberadaan saat hari pemungutan suara.

Cek nama anda dalam DPT, KLIK lindungihakpilihmu.kpu.go.id atau aplikasi mobile via playstore "KPU RI Pemilu 2019". (PNJ/Hupmas KPU Banyuwangi)

KPU Banyuwangi Adakan Rapat Koordinasi Persiapan Pemungutan dan Perhitungan Suara di TPS Pada Pemilu Tahun 2019

Banyuwangi (7/2), KPU Kabupaten Banyuwangi melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pemungutan dan Perhitungan Suara di TPS pada Pemilu Tahun 2019. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bapak Suherman sebagai anggota KPU yang membidangi teknis ini dihadiri oleh Bapak Syamsul Arifin (Ketua KPU Banyuwangi), Bapak Edi Syaiful Anwar (Divisi Hukum dan Pengawasan), ketua panitia pemilihan kecamatan (PPK), dan anggota PPK divisi teknis Se-Kabupaten Banyuwangi.

Sebelum rakor dimulai, Bapak Syamsul Arifin memberikan sambutannya. Beliau menyatakan, “rangkaian kegiatan untuk menyongsong pemilu tahun 2019 semakin dekat. Jadi intensitas komunikasi dan energi harus dijaga. Agar dapat meningkatkan kinerja.” Selain itu beliau membahas mengenai perangkat sumber daya manusia (SDM), hal ini terkait dengan PPS PAW (Panitia Pemungutan Suara Pengganti Antar Waktu) di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

Selanjutnya beliau berpesan kepada PPK, agar senantiasa memantau kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Relawan Demokrasi (relasi).

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Edi Syaiful Anwar, beliau berpesan, “kunci sukses pemilu ada di tangan penyelenggara.” Pemilu tahun 2019 harus aman dan tenteram. Jika PPK dan PPS paham dengan fungsinya masing-masing. Maka kesuksesan pemilu dapat diraih.

Memasuki acara inti, Bapak Suherman menjelaskan materi tentang Panca Sukses Perhitungan Suara dan Rekap Pemilu Serentak Tahun 2019. Beliau berpendapat bahwa pemilu serentak tahun 2019 merupakan pemilu yang paling rumit, tetapi penanggungjawab divisi teknis tersebut yakin bahwa PPK di kabupaten Banyuwangi dapat melaksanakan pemilu dengan sukses.

Selanjutnya Bapak Suherman memberikan pemahaman mengenai jumlah dapil (daerah pemilihan), jumlah calon legislatif  mulai dapil 1 (satu) sampai dengan dapil 5 (lima), jumlah DPT (daftar pemilih tetap), macam-macam model formulir yang digunakan pada saat pemungutan suara, penjelasan formulir C1, jenis dan warna surat suara, persiapan sebelum hari pemungutan suara, rekapitulasi pada tingkat PPK, hingga pada tahap akhir pemilu, yaitu SITUNG (Sistem Perhitungan Suara). Beliau mengatakan, “akan disiapkan 25 (dua puluh lima) operator untuk SITUNG.”

Setelah itu, Bapak Suherman menjelaskan indikator dari masing-masing tahap pelaksanaan persiapan pemungutan dan perhitungan suara di TPS. Beliau menekankan, “PPK dan PPS harus membangun super tim. Jadi jika terjadi permasalahan selama pelaksanaan, harus diatasi bersama.”

Penanggung jawab divisi teknis tersebut juga mengatakan, bahwa bimtek (bimbingan teknis) dilaksanakan secara berjenjang. Contohnya yaitu, Bapak Suherman memberikan bimtek kepada PPK, lalu PPK memberikan bimtek kepada KPPS.

Kemudian di akhir rakor tersebut Bapak Suherman menyatakan, “pelaksanaan pemilu tahun 2019 membutuhkan komitmen bersama antar penyelenggara.” Agar pemilu dapat dilaksanakan dengan sukses, tertib, lancar, dan aman. (Novita.K.W Staff KPU Kabupaten Banyuwangi)

Page 4 of 160

Jejak Pendapat

Menurut anda, bagaimanakah cara pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) yang baik/tepat?




Results

Temukan Kami

Facebook
twiter
Google+

Kontak Support

Bag. Teknis:
Bag. Hukum:
Bag. Program:
Bag. Umum:
You are here: Home