Komisi Pemilihan Umum Kab. Banyuwangi

RIBUAN PEMILIH MILLENIAL PADATI STADION DIPONEGORO

Banyuwangi, kpud-banyuwangikab.go.id – Ribuan pemilih millennial di Kabupaten Banyuwangi, Selasa (9/4) malam, memadati stadion diponegoro. Alunan Doa dan shalawat di malam itu begitu menggema, dalam acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi dan dikemas dalam bentuk dzikir serta doa bersama dengan tema Amalkan Shalawat, Fitrahkan Jiwa Sukseskan Pemilu Tahun 2019.

Ribuan pemilih yang hadir tersebut begitu antusias mengikuti acara lantaran KPU Kabupaten Banyuwangi mempersembahkan Majelis Sholawat Syubbanul Muslimin sebagai ikon acara. Ketika salah satu personil Syubbanul Muslimin, Azmi, mengumandangkan shalawat Pemilih Millenial Perempuan sontak menjadi riuh karena Azmi menjadi idola bagi Pemilih Millenial Perempuan yang tergabung ke dalam Syubbanul Muslimin Lovers.

Hadir dalam acara tersebut ialah jajaran Komisioner KPU Kabupaten Banyuwangi, Bupati Banyuwangi (Abdullah Azwar Anaz), serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banyuwangi.

Pada kesempatan itu, dihadapan ribuan pemilih millenial, Ketua KPU Kabupaten Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, agar pemilih millenial menggunakan hak pilihnya pada hari Rabu tanggal 17 April 2019.

“Semoga dengan ikhtiar dan istiqomah kita bersama untuk memilih pemimpin-pemimpin yang amanah, penyelenggaraan Pemilu 2019 menjadi sukses dan terpilih pemimpin-pemimpin yang bisa menjalankan amanah rakyat dan mewujudkan kemakmuran rakyat” kata Syamsul Arifin.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anaz juga menyampaikan, kemajuan pesat yang dirasakan oleh Kabupaten Banyuwangi juga berawal dari  keikutsertaan rakyat dalam menggunakan kedaulatannya di pentas demokrasi. Menurut Abdullah Azwar Anaz, Pemilih millenial harus mulai sadar tentang berdemokrasi sebab melalui penggunaan hak memilih di Pemilu diharapkan akan melahirkan para legislator dan eksekutif pemerintahan baik di pusat hingga daerah yang akan mengurus pemerintahan demi kemajuan, kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Maka dari itu saya mengajak seluruh pemilih muda yang hadir di malam hari ini agar ikut berperan aktif dan menggunakan hak pilihnya di Pemilu Tahun 2019” seru Anaz yang disambut riuh tepuk tangan. (PNJ/Hupmas KPU Banyuwangi)

KPPS DIMINTA TERTIB ADMINISTRASI, LOGISTIK, DAN DOKUMENTASI

Banyuwangi, kpud-banyuwangikab.go.id – Pada saat melaksanakan tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) hari Rabu 17 April 2019 nanti, seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Banyuwangi diminta untuk tertib administrasi, logistik, dan dokumentasi.

Demikian himbauan yang disampaikan saat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyuwangi (KPU Kabupaten Banyuwangi) melakukan supervisi dan monitoring tahapan Pemilu di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan KPPS se-Kabupaten Banyuwangi, bertempat di Kantor Desa Segobang Kecamatan Licin, Kantor Desa Kemiran Kecamatan Glagah, Kantor Desa Gombeng di Kecamatan Kalipuro, Kecamatan Giri, dan Kecamatan Banyuwangi.

Anggota KPU Kabupaten Banyuwangi, Penanggungjawab Divisi Hukum, Edi Saiful Anwar menjelaskan, tertib administrasi diantaranya mematuhi prosedur dan standar pengisian formulir yang diperlukan pada proses pemungutan suara. Menurut Edi Saiful Anwar menjadi hal yang tak luput dari perhatian pelaksana di TPS adalah terkait pengisian formulir daftar hadir yaitu Formulir Model C7.DPT-KPU, Formulir Model C7.DPTB-KPU dan Formulir Model C7.DPK-KPU. Edi menuturkan ketiga formulir daftar hadir pemilih tersebut hendaknya diisi sendiri oleh pemilih sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019.

“Formulir ini sepele namun memiliki dampak yang cukup signifikan bagi terlaksananya pemungutan suara yang jujur, sehingga harapannya Pemilih yang tidak memiliki halangan/kendala untuk mengisi/menulis isian pada formulir daftar hadir dapat mengisi/menulis sendiri formulir daftar hadir Pemilih” terang Edi Saiful Anwar.

Senada dengan hal tersebut, Anggota KPU Kabupaten Banyuwangi, Penanggungjawab Divisi SDM, Sosdiklih dan Parmas, Jamaludin menuturkan, tertib pengelolaan logistik diperlukan karena waktu pelaksanaan pemungutan suara masih tergolong dalam musim penghujan, sehingga pengelolaan logistik Pemilu di TPS dapat diperlakukan secara cermat dan hati-hati untuk menghindari adanya kerusakan akibat terendam air hujan ataupun sebab-sebab lain yang berpotensi merusak data dan informasi yang ada pada surat suara, formulir, sertifikat, maupun plano penghitungan suara. (PNJ/Hupmas KPU Banyuwangi)

KPU Banyuwangi Menyelenggarakan Sosialisasi Bersama Koalisi Perempuan Indonesia (KPI)

Banyuwangi, (29/3) KPU Kabupaten Banyuwangi melaksanakan sosialisasi bersama Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) di Aula Balai Desa Sarimulyo Kecamatan Cluring. Sosialisasi ini diikuti oleh 75 (tujuh puluh lima) anggota KPI Se-Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Penanggungjawab Divisi SDM, Parmas dan Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih), Bapak Jamalludin. Kegiatan ini adalah untuk menginformasikan pentingnya pemilihan umum tahun 2019 kepada anggota KPI serta memberikan pendidikan pemilih mengenai tata cara coblos yang sah dan tidak sah.

Bapak Jamalludin menyatakan, pemilu tahun 2019 tidak hanya memilih presiden dan wakil presiden. Tetapi juga memilih wakil-wakil rakyat. Beliau  menanamkan kesadaran bahwa pemilihan wakil-wakil rakyat tersebut juga penting dengan cara menjelaskan salah satu tugas wakil rakyat seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Beberapa tugas DPR diantaranya, mengawasi sistem kerja presiden dan menentukan perundang undangan. Sementara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan perwakilan rakyat dari kelompok masyarakat. Jadi DPD mengawal suara rakyat Jawa Timur. Terdapat 28 calon anggota DPD yang akan dipilih pada pemilu tahun 2019.

Di samping itu, Bapak Jamalludin menghimbau kepada anggota KPI, agar mencoblos surat suara yang ukuranya besar terlebih dahulu. Lalu mencoblos surat suara yang ukuranya kecil. Hal ini guna meminimalisir kesalahan pada saat mencoblos.

Beliau mengatakan, cobloslah di nama partainya, nama calon legislatif, atau nomor urut calon legislatif. Pastikan paham mengenai nama calon legislatif yang akan dipilih. Hal ini merupakan suatu hal yang penting karena calon pemilih dilarang membawa kartu pintar pada saat mencoblos di bilik suara. (Novita.K.W Staff KPU Kabupaten Banyuwangi)

Page 3 of 168

Jejak Pendapat

Menurut anda, bagaimanakah cara pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) yang baik/tepat?




Results

Temukan Kami

Facebook
twiter
Google+

Kontak Support

Bag. Teknis:
Bag. Hukum:
Bag. Program:
Bag. Umum:
You are here: Home