Komisi Pemilihan Umum Kab. Banyuwangi

Peran PCNU Dalam Pemilu Tahun 2019

Banyuwangi, (7/3) Sosialisasi Pemilihan Umum Tahun 2019 Bekerjasama dengan Ormas bertempat di Kantor PCNU Banyuwangi dipimpin oleh Bapak Syamsul Arifin (Ketua KPU Banyuwangi) menghadirkan 3 (tiga) narasumber yaitu, Setyobakti (Kapolres bagian Humas), Sri Indra Astuti (DISPENDUKCAPIL bidang inovasi, seksi pemanfaatan data & dokumentasi kependudukan), serta Bapak Edi Syaiful Anwar (Anggota KPU Bidang Hukum & Pengawasan). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gus Ali Maki (Ketua PCNU Banyuwangi).

Sosialisasi ini dimaksudkan untuk membangun kerjasama dengan ormas dalam pemilihan umum tahun 2019. Gus Maki menghimbau, warga PCNU sebaiknya dapat menyalurkan informasi yang didapat tentang kepemiluan kepada tetangga, keluarga, dan teman agar datang ke TPS pada tanggal 17 April 2019. Menurut beliau, hal ini termasuk bagian dari ikhtiar NU  untuk membantu KPU  dan tanggung jawab masyarakat Banyuwangi untuk menyukseskan pemilu.

Sementara itu, Bapak Edi Syaiful Anwar berharap, semoga dengan peran NU partisipasi masyarakat dalam pemilu dapat meningkat.

Kegiatan sosialisasi ini didukung oleh Setyobakti, Beliau menjelaskan tentang peran netizen dalam pemilihan umum. Netizen dalam hal ini seperti dua mata pisau, bisa bermafaat dan merugikan. Netizen dikatakan bermanfaat jika dapat memberikan informasi yang positif dan dikatakan merugikan apabila menyebarkan hoax, isu sara, dan pornografi. Jadi untuk membangun pemilihan umum yang berkualitas, dibutuhkan netizen yang cerdas. Dalam hal ini, netizen yang bijak dalam menyaring dan membagikan informasi dapat membantu penyebaran informasi yang merata.

Selain itu untuk membangun pemilu yang berkualitas, KPU Banyuwangi mendaftarkan akun sosial media calon legislatif ke Kapolres. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada akun anonim yang dapat merugikan anggota calon legislatif.

Dengan pemaparan seperti diatas, tentunya dapat memberikan pemahakam kepada warga PCNU dalam menyikapi hoax pemilu. Selain itu, Bapak setyobudi berpesan, saring sebelum sharing dan bijaklah dalam menggunakan media sosial.

Kemudian Ibu Sri Indra Astuti menjelaskan bahwa DISPENDUKCAPIL mempunyai program jemput bola. Program ini adalah pembuatan KTP-elektronik langsung menuju lembaga pendidikan yang konsentrasinya banyak/padat seperti SMAN 1 Glagah dan SMAN 1 Giri. (Novita.K.W Staff KPU Kabupaten Banyuwangi)

PERLUNYA AKURASI SERTA UPDATE DATA LOGISTIK AGAR DIHASILKAN KEPUTUSAN YANG TEPAT

Banyuwangi, kpud-banyuwangikab.go.id – Agar dihasilkan suatu keputusan yang tepat terhadap pelaksanaan pengelolaan dan pendistribusian logistik Pemilihan Umum Tahun 2019 maka Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota (KPU Kabupaten/Kota) se-Jawa Timur agar memastikan akurasi dan update data logistik. Demikian disampaikan oleh Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur, Miftahur Rozaq, Selasa (5/3), dalam Kegiatan Rapat Koordinasi Approval Desain Cetak Daftar Calon Tetap Pemilu 2019 Gelombang Kedua, bertempat di Media Center Kantor KPU Provinsi Jawa Timur.

Menurut Miftahur Rozaq selain akurasi dan update data, maka kecepatan pelaporan juga perlu dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota melalui aplikasi yang telah disediakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur.

Pada kegiatan Rapat Koordinasi Approval Desain Cetak Daftar Calon Tetap Pemilu 2019, KPU Kabupaten Banyuwangi telah melakukan Approval terhadap desain cetak DCT Pemilu 2019 yang akan ditempel pada papan pengumuman di TPS. Setelah dilakukan penelitian ulang oleh Ketua KPU Kabupaten Banyuwangi (Syamsul Arifin), maka telah pula dilakukan penandatanganan persetujuan Desain Cetak DCT Pemilu 2019 oleh Syamsul Arifin selaku Penanggungjawab Divisi Logistik. (PNJ/Hupmas KPU Banyuwangi)

PERLUNYA AKURASI SERTA UPDATE DATA LOGISTIK AGAR DIHASILKAN KEPUTUSAN YANG TEPAT

 

Banyuwangi, kpud-banyuwangikab.go.id – Agar dihasilkan suatu keputusan yang tepat terhadap pelaksanaan pengelolaan dan pendistribusian logistik Pemilihan Umum Tahun 2019 maka Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota (KPU Kabupaten/Kota) se-Jawa Timur agar memastikan akurasi dan update data logistik. Demikian disampaikan oleh Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur, Miftahur Rozaq, Selasa (5/3), dalam Kegiatan Rapat Koordinasi Approval Desain Cetak Daftar Calon Tetap Pemilu 2019 Gelombang Kedua, bertempat di Media Center Kantor KPU Provinsi Jawa Timur.

 

Menurut Miftahur Rozaq selain akurasi dan update data, maka kecepatan pelaporan juga perlu dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota melalui aplikasi yang telah disediakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur.

 

Pada kegiatan Rapat Koordinasi Approval Desain Cetak Daftar Calon Tetap Pemilu 2019, KPU Kabupaten Banyuwangi telah melakukan Approval terhadap desain cetak DCT Pemilu 2019 yang akan ditempel pada papan pengumuman di TPS. Setelah dilakukan penelitian ulang oleh Ketua KPU Kabupaten Banyuwangi (Syamsul Arifin), maka telah pula dilakukan penandatanganan persetujuan Desain Cetak DCT Pemilu 2019 oleh Syamsul Arifin selaku Penanggungjawab Divisi Logistik. (PNJ/Hupmas KPU Banyuwangi)

JADI PEMILIH RASIONAL DI ERA MILLENNIAL

Banyuwangi, kpud-banyuwangikab.go.id – Pesatnya arus teknologi informasi dengan beragam metode atau cara seharusnya mampu membuat Pemilih menjadi rasional dalam menggunakan hak pilihnya di Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019. Demikian dikatakan oleh Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi, Dr. Andang Subaharianto, M.Hum pada sambutannya dalam acara Sosialisasi Pemilihan Umum Tahun 2019 Pemilih Pemula, yang dilaksanakan di Auditorium UNTAG, Jumat (1/3).

Andang Subaharianto mengatakan di era millennial yang kaya akan sumber informasi dari beragam media utamanya melalui internet, pemilih dapat mengetahui segala program kerja, visi, misi dari peserta Pemilu, untuk selanjutnya bisa menjadi referensi Pemilih sehingga saat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 menggunakan rasionalitasnya berdasarkan referensi yang dibaca, dilihat ataupun didengar.

“Minimal kita mengetahui dari Google, agar kita menjadi rasional” kata Andang Subaharianto.

Andang Subaharianto menjelaskan, untuk mewujudkan itu semua masing-masing institusi/lembaga harus bekerja keras agar masyarakat  menjadi simpatik dan sadar berdemokrasi sehingga Pemilu menjadi bermakna sebagaimana asas kedaulatan rakyat yang dianut oleh Negara Indonesia. Ia mencontohkan, KPU sebagai penyelenggara harus memastikan bahwa Pemilih menjadi sadar akan partisipasinya dalam menggunakan hak memilih, sedangkan untuk Partai Politik menjadi institusi ujung tombak agar masyarakat menjadi sadar berpolitik, sebab menurut Andang politik bukanlah sesuatu yang negatif dan kotor citranya jika kehidupan berpolitik di negara Indonesia benar-benar diwujudkan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Banyuwangi (Polres) yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bagian Operasi Polres Banyuwangi, Komisaris Polisi (Kompol) Sumartono, SH menyatakan pemilih tidak perlu khawatir dan ragu untuk menggunakan hak pilihnya, sebab dengan kekuatan personil Polri yang dikerahkan telah dirancang agar penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Banyuwangi berjalan aman, lancar dan kondusif.

Senada dengan hal itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi, Adrianus Yansen Pale mengatakan, pemilih pemula dapat berperan aktif dalam hal pengawasan Pemilu yang partisipatif dengan menyampaikan dugaan pelanggaran melalui perangkat elektronik yang tersedia. Menurutnya semangat UU Penyelenggaraan Pemilu mampu menjamin peran aktif seluruh masyarakat tanpa harus takut intimidasi, memberikan rasa aman dan rahasia dalam hal pengawasan.

Pada sosialisasi Pemilu Tahun 2019, KPU Kabupaten Banyuwangi yang disampaikan oleh Komisioner KPU Kabupaten Banyuwangi (Penanggungjawab Divisi SDM, Parmas dan Sosdik), Jamaludin menjelaskan tentang specimen surat suara Pemilu Tahun 2019. Jamaludin menerangkan dari sebanyak 5 (lima) surat suara yang akan diterima Pemilih saat pemungutan suara 17 April 2019 nanti, pemilih dapat mengenalinya dari kode warna yang tersedia yaitu Abu-Abu untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Kuning untuk Pemilu DPR RI, Merah untuk Pemilu DPD RI, Biru untuk Pemilu DPRD Provinsi, dan Hijau untuk Pemilu DPRD Kabupaten/Kota.

Kegiatan Sosialisasi Pemilu Tahun 2019 tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa lengkap mengenakan jas almamater universitas. Sebelum paparan disampaikan didahului dengan menyanyikan mars Pemilu dan mars UNTAG. Para peserta (Pemilih Pemula) juga disuguhkan dengan beragam video sosialisasi yang menarik agar Pemilih pemula menjadi paham dan mudah untuk menyerap informasi kepemiluan dengan metode audio visual. (PNJ/Hupmas KPU Banyuwangi)

Page 7 of 168

Jejak Pendapat

Menurut anda, bagaimanakah cara pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) yang baik/tepat?




Results

Temukan Kami

Facebook
twiter
Google+

Kontak Support

Bag. Teknis:
Bag. Hukum:
Bag. Program:
Bag. Umum:
You are here: Home