Account
Please wait, authorizing ...
×

 

Jakarta (21/9), KPU sebagai penyelenggara pemilu harus mampu mewujudkan pemilu ke depan lebih baik dan harus mempunyai wawasan jauh ke depan serta mempunyai pemikiran-pemikiran yang luar biasa untuk kualitas penyelenggaraan pemilu. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU-RI Bpk. Arif Budiman saat acara pembukaan Konsolnas Divisi Keuangan, Umum, Logistik dan Rumah Tangga di Hotel Sultan Jakarta.

"Pemilu tidak hanya prosedural, tetapi secara substansional punya fungsi yang baik," tutur Bpk. Ketua KPU-RI Arif Budiman.

Ditambahkan oleh Bpk. Arif Budiman "Terkait adanya usulan pemilu jangan serentak, karena banyak KPPS meninggal, kami mengusulkan e-rekap, sehingga dari TPS langsung ke KPU Kabupaten/Kota, tidak ada rekap di kecamatan lagi, tugas PPS dan PPK menjadi ringan. KPPS bisa juga diperingan tugasnya, misalnya saksi tidak perlu diberi salinan, cukup foto formulir hologram semua, itu dokumennya, sehingga mengurangi pekerjaan KPPS untuk mencatat banyak salinan".

Sementara itu ditempat yang sama Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi meminta semua divisi untuk saling melengkapi karena pekerjaan antar divisi saling berkaitan satu dengan yang lainnya. "Divisi teknis mengukur dari tahapan yang sesuai regulasi, divisi hukum mengukur dari jumlah sengketa, divisi parmas mengukur dari tinggi rendahnya partisipasi, divisi SDM mengukur dari personel yang kena sanksi DKPP, divisi keuangan mengukur dari NPHD dan WTP, divisi logistik mengukur dari pengadaannya, semua ini saling berkaitan dalam penyelenggaraan pemilu," jelas Bpk. Pramono

Diingatkan pula oleh Bpk. Pramono Ubaid Tanthowi tata kelola logistik Pemilihan 2020 harus tetap efisien, tepat spesifikasi, tepat waktu dan tepat jumlah. Karena sistem juga sudah dibangun melalui Sirup, Silog dan E-katalog. Khusus E-katalog, saat ini sudah tersedia 12 item, yaitu surat suara, tinta, segel, hologram, kotak suara, bilik, sampul, formulir hologram, formulir salinan, DPC dan DCT, alat bantu tuna netra dan panduan PPK-KPPS.