Account
Please wait, authorizing ...
×

Jakarta (21/11/2019) – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia menggelar Bimbingan Teknis penggunaan aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (SILON) pada Pemilihan 2020 yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari mulai dari tanggal 21 s/d 23 November 2019 bertempat di Wisma LPPI Jakarta.

Kegiatan ini dimaksudkan agar KPU RI, KPU Provinsi/KIP Aceh serta KPU/KIP Kabupaten/Kota memiliki pemahaman yang sama mengenai penggunaan aplikasi SILON yang telah dipergunakan sejak Pemilihan Serentak pada tahun 2015. Acara ini diawali dengan pembacaan laporan panitia oleh Kepala Biro Teknis dan Hupmas yaitu Nur Syarifah.

Bimtek ini dibagi dalam 3 (tiga) gelombang yang telah dimulai sejak tanggal 19 November dan akan berakhir pada tanggal 24 November 2019. Dalam kegiatan ini KPU Kabupaten Banyuwangi khususnya Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Banyuwangi hadir dalam bimtek tersebut.

Pada bimtek ini menurut Eddy, KPU Provinsi dan Kabupaten/ Kota diingatkan pula oleh Anggota KPU Divisi Data dan Informasi yaitu Viryan agar tidak meremehkan dan tetap bersungguh-sungguh dalam mengerjakan SILON, serta tidak terlena dengan keberhasilan pemilu 2019.

“Sehingga tahapan Kita yang menggunakan SILON tidak menjadi sengketa dalam pencalonan. Kita harus bisa memastikan ini berjalan dengan baik. Kedepan SILON KPU ini akan dikembangkan terintegrasi dengan SITUNG, SIDALIH, dan e-REKAP,” pungkas Eddy.

Sementara itu, Beliau juga menuturkan bahwa SILON merupakan salah satu aplikasi KPU RI yang wajib dipahami oleh KPU diberbagai tingkatan, selama ini setiap pelaksanaan tahapan Pemilihan maupun Pemilu akan selalu muncul 3 penyakit yang pastinya akan selalu muncul yaitu; Kurang Disiplin (Kudis), kurang teliti dan kurang rapi. Selain itu beliau menyampaikan beberapa kelebihan dari penggunaan SILON yaitu :

  1. Mudah & Sederhana
  2. Efisien dan Efektif Waktu Tahapan Pencalonan
  3. Transparan dalam bekerja
  4. Membuat sistem kerja menjadi lebih akuntabel
  5. Merupakan salah satu sistem kerja profesionalisme dari lembaga KPU

Saat ini masih dilakukan proses pengembangan agar Silon dapat terhubung/terintegrasi langsung dengan Sidalih, Situng, dan Sirekap.

Pengarahan dari Anggota KPU RI Divisi Hukum & Pengawasan Bapak Hasyim Asyari

4 aspek didalam sistem pemilu :

  1. Adanya daerah pemilihan & alokasi kursi
  2. Mekanisme Pencalonan (Single & Multi Proporsional
  3. Metode Pemberian Suara
  4. Formula Penentuan Kemenangan

Wajib dipastikan bahwa apapun dokumen yang akan masuk ke dalam aplikasi Silon harus sudah valid, akuntabel harus memiliki target dalam Silon dengn final akhir terpublikasinya melalui infopemilu.