Account
Please wait, authorizing ...
×

Banyuwangi (28/12), Sosialisasi dalam rangka pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Tahun 2020 dengan pihak lain dilaksanakan di Ijen Isun Village, Banjarsari Glagah. Sosialisasi yang diikuti oleh Aliansi Media cetak dan elektronik di Banyuwangi seperti AJI, IJTI, dan PWI.

Kegiatan dibuka oleh Bapak Ari Mustofa (Anggota KPU Divisi Teknis). Beliau menyatakan, “KPU sebaiknya mempunyai pemahaman yang sama dengan media.”

Hal tersebut senada dengan yang dinyatakan oleh Bapak Syaifudin Mahmud (PWI Banyuwangi). Menurut beliau, media cetak dan elektronik mempunyai peran yang urgent untuk menciptakan situasi yang kondusif pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banyuwangi Tahun 2020. Karena media tersebut akan berperan langsung menjadi lidah penyambung untuk masyarakat dan menentukan eagle yang tepat dalam penulisan berita. Beliau menyatakan, “Seluruh jurnalis harus berpegang teguh pada kode etik jurnalistik untuk melaksanakan tugas.” Penulisan berita harus aktual,eksklusif, dan mengandung ketokohan.

Beliau menekankan, “terdapat parameter yang disebut eksklusif, yang artinya satu-satunya berita hanya ada di media tersebut.

Kemudian selain itu, Beliau menghimbau kepada seluruh jurnalis agar bisa melawan berita Hoax/berita bohong dan berita yang memuat ujaran kebencian. Berita Hoax adalah berita yang tidak sesuai dengan keadaan di Lapangan. Jadi wartawan harus tetap berkomitmen untuk memegang teguh prinsip-prinsip tersebut. Tutur Bapak Aif, panggilan akrab Syaifudin Mahmud.

Sementara itu di akhir kegiatan tersebut, beliau menyatakan, “berita tentang pelanggaran-pun harus balancing/berimbang”.

Pemilih Berdaulat...!!!   Banyuwangi Hebat...!!!